Selasa, 28 Oktober 2014

PERBANDINGAN METODE LATIHAN PIRAMID NORMAL DAN PIRAMID TERBALIK TERHADAP PENINGKATAN HIPERTROFI OTOT



* Sandra Arhesa
Dalam latihan beban ada beberapa macam metode latihan untuk meningkatkan hipertrofi otot. Metode yang lebih baik untuk peningkatan hipertrofi otot digunakan Sistem Piramid Normal dan Piramid Terbalik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan efektivitas antara metode latihan piramid normal dan piramid terbalik terhadap peningkatan hipertrofi otot.
Pengambilan data dilakukan pada bulan juli sampai bulan agustus 2012 di Fitness Center Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang (FCBPBS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian exsperimen dengan populasi member putra FCBPBS berjumlah 50 orang, member pasif 30 orang dan member aktif 20 orang. Sampel yang diambil member aktif 20 orang, 10 orang menggunakan metode latihan piramid normal dan 10 orang menggunakan metode latihan piramid terbalik.
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan hipertrofi otot yang menggunakan metode latihan piramid normal dan pyramid terbalik serta terdapat perbedaan yang signifikan antara metode latihan piramid normal dan terbalik terhadap peningkatan hipertrofi otot terutama otot lengan dan otot paha, dengan peningkatan hipertrofi otot yang lebih baik menggunakan metode latihan piramid normal.
Diharapkan kedepannya dilakukan penelitian untuk peningkatan hipertrofi dengan metode latihan piramid normal dan piramid terbalik terhadap jenis otot yang lain serta penelitiannya lebih dari satu bulan dengan sample yang lebih banyak.

*Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Angkatan 2008

Senin, 27 Oktober 2014

Renang dan Wanita Berbadan Dua


Kebanyakan orang berprasangka bahwa wanita hamil itu tidaklah berguna karena utuk melakukan aktivitas sehari-hari dan berolahraga itu sangat sulit dilakukan. masalahnya dapat berakibat fatal pada janin, oleh karena itu si ibu hanya diam tak berkata menunggu kapan tiba saatnya menanti seorang anak yang diidam-idamkan lahir dari alam rahim ke alam yang nyata. Dampak bagi si ibu yang hanya diam, tidak melakukan aktivitas apapun apalagi berolahraga bisa mempersulit proses persalinannya.
  
Siapa bilang saat hamil wanita tak bisa berolahraga? Faktanya berenang merupakan salah satu olahraga terbaik yang bisa dilakukan ibu hamil. Alasan yang paling sering diungkapkan ibu hamil memilih berenang karena olahraga tersebut membuat mereka merasa lebih ringan dan mudah dilakukan. Perasaan ini tentu meyenangkan, terutama untuk wanita yang kehamilannya sudah memasuki fase trimester ketiga. Tak hanya itu, berenang juga termasuk olahraga yang resiko cideranya kecil ketimbang olahraga lain, dan wanita hamil pun tak akan merasa kegerahan.

Mengapa renang yang terbaik, berikut alasan yang dilontarkan Dr. Michael Triangto, SpKO yaitu saat berada di air, tubuh ibu akan ditopang oleh air yang memiliki daya dorong ke atas. Beban tubuh saat berada di dalam air jauh lebih ringan daripada di darat. Lantaran itu, saat melakukan olahraga di dalam air, resiko cedera tulang, sendi dan otot jauh berkurang. Renang atau olahraga di dalam air mampu melatih paru-paru dan jantung. Manfaat ini sama dengan berolahraga aerobik, berlari, atau berjalan. Berolahraga di darat bisa membuat panas tubuh melonjak, sedangkan berenang tidak akan memperoleh suhu panas tubuh apalagi mengeluarkan keringat  karena dilakukan di dalam air. Suhu tubuh ibu hamil akan tetap terjaga kestabilannya. Saat melahirkan, ibu akan mengeluarkan bayinya lewat jalan lahir yang sangat sempit. Namun berkat kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, jaringan ikat pada sendi-sendi panggul saat ibu hamil menjadi lebih "elastis" diibaratkan karet karena itulah cabang bakal bayi bisa keluar dengan mulus. Namun akibat perubahan tersebut, stabilitas sendi-sendi panggul ibu hamil menjadi berkurang dan memungkinkan terjadinya cedera. Kegiatan fisik jadi terbatas, apalagi untuk berolahraga seperti senam aerobik, berlari, fitness, permainan bola besar, dan olahraga lain yang bisa membahyakan. Namun, batasan-batasan itu bisa disiasati dengan berenang. 

Berenang bisa dilakukan dengan empat gaya yaitu gaya bebas, dada atau katak, punggung, dan dolpin atau kupu-kupu. Gaya mana yang cocok diterapkan untuk wanita hamil? Semua gaya renang boleh dilakukan ibu hamil. Namun yang terbaik, menurut Michael, ibu mengombinasikan gaya bebas, dada, dan punggung. Ketiga gaya ini selain melatih jantung dan paru-paru juga melatih bagian tubuh yang berbeda-beda. Gaya bebas melatih bahu. Gaya dada atau katak melatih kelenturan dan kekuatan otot panggul hingga kaki. Gaya punggung menstimulasi daerah lengan, punggung, dan kaki. Namun gaya kupu-kupu sebaiknya tidak dilakukan karena ibu hamil dengan perut yang besar akan sulit melakukannya. 

Renang boleh dilakukan kapan, dimana saja. "Pada usia kehamilan berapa pun olahraga renang bisa dilakukan. Semua berpulang pada kesanggupan ibu. Jika ibu masih sanggup melakukannya di usia kehamilan 9 bulan, kenapa tidak? Malah, orang-orang Rusia hingga kini banyak yang melakukan persalinan di kolam." Sebagai patokan, lakukan 3 sampai 5 kali dalam seminggu, masing-masing selama 30 menit. Ibu akan bugar, sehat, relaks serta jauh dari stres!. Seperti dikutip dari Baby Center, manfaat lainnya dari berenang saat hamil yaitu dapat melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, meningkatkan  daya tahan tubuh, kekuatan dan pembentukan otot, mengurangi pembengkakan saat hamil, membakar kalori, tidur lebih nyenyak dan mengusir lelah Begitupun berenang juga dapat membuat otot-otot rahim dan panggul lebih kuat sehingga bisa memudahkan ibu saat bersalin.
 
Setelah mengetahui manfaatnya, diharapkan untuk semua ibu hamil tak ragu lagi untuk berenang saat hamil. Namun selain memahami kegunaannya, ibu perlu tahu juga tips aman berenang saat tengah mengandung. Jika ibu sebelum hamil sudah rutin berenang, aktivitas tersebut tentu tidak akan menjadi masalah jika dilanjutkan ketika benar-benar sudah berbadan dua. Namun kalau ibu sebelumnya tidak atau jarang berenang, konsultasikan dulu ke dokter atau bidan. Jikalau disarankan untuk melakukan olahrga renang oleh ahlinya, langkah awal yang harus dilakukan sebaiknya ibu jangan terburu-buru berenang dulu. Mulailah dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan, seperti halnya ingin melakukan olahraga lain. Saat sudah di dalam air, kebanyakan orang biasanya jadi lupa dengan keasikan bermain air sehingga bisa merasa haus. James M. Pivarnik, Ph.D dari Michigan State University mengatakan, meskipun tidak ada rekomendasi resmi soal berapa banyak air yang harus diminum ibu hamil saat olahraga, sebaiknya ibu minum satu gelas air sebelum berenang. Kemudian minumlah satu gelas air setiap 20 menit sekali saat melakukan olahraga tersebut agar ibu tidak dehidrasi. Minum lagi satu gelas air setelah ibu keluar dari kolam renang. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat khusus untuk ibu hamil umumnya semua kalangan yang telah membacanya. 

Fasilitas sebagai Penggerak Olahraga


Perkembangan olahraga di Indonesia pada saat ini mengalami keterpurukan. Hampir di berbagai event olahraga Internasional, Indonesia senantiasa mengalami kebuntuan dan kegagalan mencapai target. Bahkan, untuk ajang kompetisi olahraga regional Indonesia sudah terlewati negara tetangga yang sebelumnya sejajar. Ambil contoh di ajang kompetisi olahraga misalnya Sea Games 2013 di Myanmar hanya berada di peringkat empat, sedangkan Asian Game 2014 yang diselenggarakan di Korea, Indonesia berada diurutan ke-17 dari 23 negara begitupun Olimpiade 2012 di London. Prestasi tanah air kita bisa dikatakan mengecewakan karena mengalami penurunan. Baik secara performa atlet, perolehan medali, maupun peringkat akhir. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab dari kegagalan olahraga Indonesia di berbagai kompetisi Internasional?
 
Indonesia mengalami kendala utama dalam pembinaan olahraga yaitu kurangnya dukungan dana, minimnya frekuensi pertandingan yang diikuti atlet, dan fasilitas sarana olahraga yang kurang memadai. Khusus untuk sarana prasarana olahraga sebagaimana yang dikemukakan oleh Maksum (2004) bahwa “semakin banyak fasilitas olahraga yang tersedia, semakin mudah masyarakat menggunakan dan memanfaatkannya untuk kegiatan olahraga. Lebih lanjut Wirjasantosa (1984) “Fasilitas olahraga adalah suatu bentuk yang permanen, baik untuk ruangan di dalam maupun di luar. Misalnya: gymnasium (ruang senam), kolam renang, lapangan-lapangan permainan, dan sebagainya”. Menyikapi hal itu hendaknya seluruh pihak terkait dan masyarakat dapat membuka mata untuk menanggulangi salah satu permaslahan dalam dunia olahraga di Indonesia masa ini. 

Fasilitas olahraga yang memadai merupakan salah satu kunci sukses pembinaan olahraga di suatu negara. Dengan itu maka pembinaan atlet pun dapat berjalan sesuai dengan program yang konsisten sehingga prestasi atlet memuncak dan masyarakat tersentuh hatinya untuk berpartisipasi dalam olahraga. Semakin baik sebuah fasilitas olahraga maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk berpartisipasi. Menurut sebuah indeks pembangunan olahraga di Indonesia terdapat 35% masyarakat yang turut andil,  65% masyarakat yang tidak turut andil dalam olahraga. Ini menunjukkan gejala kemunduran bagi dunia olahraga Indonesia. Sehingga berdampak buruk bagi masyarakat yang semakin kurang berselera melakukan aktivitas gerak, penyebabnya di karenakan adanya tarik menarik kepentingan pada area fasilitas olahraga yang pada akhirnya telah beralih fungsi menajdi kegiatan komersial. Banyak lapangan yang dipakai untuk kegiatan mengadu nasib meraih hasil dengan melakukan  perdagangan dan bahkan digunakan untuk tempat parkir baik motor maupun mobil seperti halnya garasi pribadi.

Agar permasalahan ini tidak berlarut marut harusnya pihak yang terkait dengan dunia olahraga dapat mencarikan jalan keluar yang terbaik bagi kemajuan prestasi olahraga. Khususnya yang berhubungan dengan fasilitas olahraga.  Pemerintah perlu memperhatikan bagaimana pengelolaannya, misalnya menyediakan sebuah area khusus berolahraga yang layak dipergunakan untuk masyarakat. Bagaimana pun keberadaan tempat berolahraga yang bersifat umum tetaplah diperlukan untuk mengembangkan olahraga rekreasi sehingga bisa berambas memajukan prestasi atlet di suatu daerah atau kota. Kegiatan olahraga haruslah tetap menjadi hal utama dengan porsi yang mayoritas dibandingkan kepentingan lain. 

Pemerintah pusat perlu menginstruksikan kepada Pemda agar setiap daerah memiliki fasilitas olahraga yang baik, memadai, dan modern. Sudah saatnya negara memiliki fasilitas olahraga yang berkualitas untuk mendukung kemajuan prestasi olahraga seperti halnya membangun sarana olahraga bertaraf internasional karena gedung olahraga atau stadion lebih menjadi simbol gengsi (prestisius) dan menjadi arena warga untuk bersukaria menyaksikan setiap laga pertandingan olahraga karena itu cara terbaik dalam meningkatkan motivasi warga agar aktif ikut andil berolahraga. Dengan demikian prestasi olahraga Indonesia pun tidak semakin tertinggal oleh negara lain. Fasilitas yang sudah ada juga harus diperbarui sehingga menjadi layak pakai, lebih baik lagi ditambah pembangunan sebuah fasilitas olahraga yang baru. Fasilitas olahraga di indonesia pada saat ini jauh lebih terpuruk dibandingkan dengan Singapura dan malayasia, yang menyediakan berbagai macam fasilitas olahraga secara gratis bagi warganya. Bahkan di singapura, setiap kecamatan mempunyai lapangan sepak bola yang kualitasnya cukup baik dilengkapi fasilitas lintasan atletik yang luar biasa.
Menurut Undang-Undang Sitem Keolahragaan Nasional (UU SKN) nomer 3 tahun 2005 pasal 67 Ayat 2 ditegaskan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin ketersediaan sarana prasarana olahraga sesuai standar dan kebutuhan pemerintah dan pemerintah daerah”. Namun kenyataannya itu  hanya titik dan koma saja, implementasinya di lapangan sangat tidak dirasakan oleh masyarakat. Oleh sebab itu pihak terkait dunia olahraga Indonesia dapat segera mengambil langkah kongkrit dan tepat. Bagaimana pengelolaan fasilitas olahraga di Indonesia dapat menunjang prestasi olahraga untuk mengembalikan kejayaan prestasi olahraga Indonesia yang telah lapuk tertelan bumi. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Game 2018. Semoga dengan pemerintahan yang baru, semua permasalahan yang pelik tentang keolahragaan bisa teratasi dengan mulus terutama dalam hal pembangunan sarana prasarana olahraga. Amin.